iklan 1

Sunday, April 15, 2018

HYYH NOTES

Ads Responsive


Ini udah gue urutin waktunya dan kalo kalian baca, di inget waktunya yaa jangan terkecoh :* selamat membaca ^^

Hoseok,  23 Juli 2010
Ketika aku menghitung sampai tiga ,aku mendengar suara tawa seperti halusinasi. Selanjutnya aku berjalan sambil menggenggam tangan seseorang. Aku melihat ke belakang tapi tidak ada orang itu kecuali teman sekelasku. "Hoseok-ah" guruku memanggil namaku. Kemudian aku sadar dimana aku sekarang.  Sekarang adalah trip sekolah. Aku menghitung jumlah buah yang tertulis dibukuku. Lima, enam, aku tetap menghitung tapi suaraku bergetar dan tanganku berkeringat. Ingatan itu terus muncul, aku tidak bisa ingat dengan jelas wajah ibu hari itu.

Aku hanya ingat coklat yang ibu berikan padaku saat ia mengajakku jalan-jalan ke taman hiburan. "hoseok-ah,  hitung sampai sepuluh setelah itu buka matamu"

Setelah aku menghitung sampai sepuluh aku membuka mata tapi ibu sudah pergi. Aku menunggu dan menunggu tapi ia tidak pernah kembali. Aku menghitung lagi sampai sembilan, jika aku menghitung sampai habis ia pasti akan kembali,  tapi suaraku tidak bisa keluar.

Telingaku berdengung dan sekeliling ku mulai gelap. Guru terus menunjuk ke arahku dan menyuruhku tetap berhitung. Teman-teman menatapku. Aku tidak ingat wajah ibu. Sepertinya jika aku tetap menghitung ,ibu benar-benar tidak akan pernah kembali lagi padaku.

Kemudian aku pingsan.


TAEHYUNG,29 DESEMBER 2010
Sambil melepas sepatuku dan menjatuhkan tasku, aku masuk ke kamar dan menemukan ayahku masuk. Sudah lama sekali sejak kita terakhir kali saling bertemu, namun aku tidak pernah bertanya-tanya kemana dia pergi selama ini. Meski begitu, aku melompat ke pelukan ayahku. Aku tidak ingat apa yang terjadi setelah itu. Apakah aku pertama kali mencium bau alkohol, mendengarnya memarahi ku, atau apakah aku mendapat tamparan ini untuk pertama kali? Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bau alkohol, napasnya yang keras dan bau mulut. Matanya merah dan jenggotnya berantakan. Lalu dia menampar ku dengan tangan besar itu, bertanya apa yang aku lihat, dan menamparku lagi. .

Setelah itu, dia mengangkatku tinggi-tinggi di udara. Meski matanya yang merah sangat menakutkan, aku terlalu takut untuk menangis. Orang itu bukan ayahku. Dia tampak seperti ayahku tapi juga tidak. Kakiku menggantung di udara. Saat berikutnya, kepalaku jatuh ke dinding, dan aku menjatuhkan diri ke lantai. Rasanya seperti kepalaku akan meledak. Penglihatanku kabur dan gelap. Yang bisa kudengar di kepalaku hanyalah napas ayahku.
(Notes : ini cerita taehyung pas masih kecil, dia sering dikasarin sama ayahnya, makanya dia gedenya jadi urakan (?). 

Jimin 6 April 2011
Aku menghadap pagar Flowering Arboretum sendirian. Cuaca hari ini kelabu dan sedikit dingin,  tapi moodku sangat baik.  Hari ini hari piknik tapi ibu dan ayahku sibuk. Aku sedikit kecewa awalnya. Tapi aku tadi dipuji saat lomba mewarnai bunga. Ibu temanku bilang,  "wow jimin sudah dewasa" dan aku merasa keren.

"Jimin tunggu disini ya, guru akan segera datang"

Ketika piknik selesai,  guru menyuruhku menunggunya. Tapi tidak kulakukan. Aku percaya diri bahwa aku bisa pergi sendiri. Aku memegang kedua tali ranselku dan berjalan. Sepertinya orang-orang melihatku,  jadi aku mengangkat bahuku.

Beberapa saat kemudian turun hujan.  Temanku dan ibunya sudah pergi semua, tidak ada yang melihatku dan kemudian kakiku sakit. Aku menutupi kepalaku dengan ransel dan berteduh dibawah pohon.

Hujan semakin deras dan tak ada seorangpun yang lewat. Akhirnya aku berlari menerobos hujan. Aku tidak melihat satupun toko atau rumah.

Tempat ini adalah gerbang belakang Flowering Arboretum. Pintu samping terbuka dan disana aku melihat gudang yang berisi beberapa benda.

.
.
Gantung yhaaa hmm jadi ini alasan Jimin trauma sama flowering arboretum 😌

Yoongi,  19 September 2016
Api membakar rumah yang kutinggali ini. Orang-orang sekitarku berlarian dan meneriakkanku. Orang-orang sekitar berjalan dengan cepat. Mereka bilang jalan masuknya sulit, jadi mobil pemadam tidak bisa masuk. Mobil pemadam kebakaran berhenti ditempatnya. 

Diakhir musim panas, yang merupakan awal musim gugur. Langitnya biru dan udaranya terasa kering. Aku tak tau apa yang aku pikirkan, apa yang harus ku rasakan dan apa yang harus kulakukan. Lalu pikiran 'ah, ibu' datang ke pikiranku. 

Lalu rumah itu meledak dengan suara keras. Rumah yang telah ditelan api-tidak, maksudku rumah yang telah menjadi api itu sendiri atapnya, tiangnya bahkan kamarku hancur bagai pasir. Aku hanya berdiri kebingungan melihatnya. 

Seseorang menyingkirkan ku. Mereka bilang mobil pemadam kebakaran sudah masuk. Orang lainnya memegangku dan memintaku untuk menjawab pertanyaan. Orang itu meneriakkan pertanyaannya padaku, tapi aku tidak mendengar apapun. 

"Apa ada orang didalam?"
Aku menatap orang ini seperti orang bodoh

"Apa ibumu didalam?"
Orang ini mengguncang bahuku

Tanpa kusadari aku menjawab, 
"Tidak, tidak ada siapapun didalam"

"Apa yang kau katakan?? Bagaimana dengan ibumu? Apa dia sedang pergi?" kata tetanggaku 

Aku hanya menjawab, "tidak ada siapapun"

Aku bahkan tak tau apa yang aku katakan, lalu seseorang menarikku lagi. 

SEOKJIN 2 MARET 2019
Aku mengikuti ayahku ke kantor kepala sekolah. Tempat ini lembab. Ini adalah hari ke 10 sejak aku kembali dari Amerika. Kudengar kemarin bahwa aku harus turun kelas 1 karena sistem sekolah berbeda. "Kalau begitu tolong jaga dia". Ayah menepuk pundakku dan aku menggigil tanpa sadar. "Karena sekolah itu berbahaya, maka ada peraturannya," kata kepala sekolah sambil menatap lurus ke arahku. Setiap saat kepala sekolah mengatakan sesuatu, lemaknya menutupi wajahnya dan di sekitar mulutnya akan bergerak juga. Bagian dalam mulut taring hijaunya berwarna merah gelap. "Jangan bilang Seokjin juga berpikir seperti itu?" Aku bisa merasakan ayahku mengarahkan kekuatan di pundakku sementara aku memikirkan bagaimana menjawab pertanyaan tak terduga ini. Aku mengepalkan tanganku saat aku bisa merasakan tulang bahuku hancur. Aku menggigil kedinginan. "Kau harus menjawabku. Seokjin harus menjadi murid yang baik". Kepala sekolah menatapku tanpa ekspresi. Ketika akhirnya aku menjawab "Ya", penderitaanku hilang begitu saja & aku mendengar tawa ayah dan kepala sekolahku. Aku tidak bisa mengangkat kepalaku & hanya bisa melihat sepatu ayah & kepala sekolah. Meskipun aku tidak tahu dari mana cahaya itu berasal, cahaya itu membuatku takut.

 JIMIN 30 Agustus 2019

Sementara Hoseok hyung sedang menjawab panggilan, aku bercanda dengan menginjak bayangan hyung. Hoseok hyung tertawa terbahak-bahak dan berkata 'Jimin sudah dewasa'. Dibutuhkan waktu 2 jam dengan berjalan kaki dari sekolah ke rumah. Jika kau naik bus, tidak lebih dari 30 menit tapi bisa juga 20 menit. Tapi hyung selalu mengajak ku untuk mengambil beberapa jalan pintas, gang atau bahkan memanjat jembatan.

Dan kami dengan keras kepala mengikuti rute ini. Sudah setahun sejak aku dipulangkan dari rumah sakit dan ditransfer sekolah. Jauh dari rumah ke sekolah & aku tidak mengenal orang lain tapi aku pikir tidak apa-apa. Pokoknya aku sudah sering berpindah-pindah sekolah dan aku tidak tahu kapan aku akan di bawa ke rumah sakit lagi. Jadi aku pikir ini bukan apa-apa.

Saat itu, aku bertemu Hoseok hyung. Pada awal semester baru. Hyung mendekatiku & tinggal bersamaku selama 2 jam. Ternyata rumah kita tidak berada dalam arah yang sama, aku baru mengetahuinya setelah sekian lama. aku juga tidak bertanya mengapa. Aku berharap  pertemuan selama 2 jam ini bisa berlanjut lama.

Aku kabur setelah menggoda Hyung yang menjawab panggilan itu dengan menginjak bayang-bayangnya lagi. Hyung menutup telepon dan mengejarku. Di bawah teriakanku, Es krim itu meleleh, aku bisa mendengar suara jangkrik. Tapi aku takut tiba-tiba. Berapa lama hari ini akan berakhir?

(Notes: ini Jimin sama Jhope ketara banget saling sayang :")

Taehyung, 20 Maret 2020
Aku berjalan dilorong,  kakiku membuat suara berisik.  Kemudian aku berhenti. Aku melihat Namjoon hyung berdiri didepan 'kelas kita'.  'Kelas kita'?  Tidak ada yang tahu tempat ini, tapi aku menyebutnya kelas kita. Aku,  hyung dan Jungkook kelas ini milik kami. Aku menahan napas dan mulai berjalan pelan, aku ingin mengejutkannya. 

"Kepala sekolah!" 

aku baru berjalan lima langkah ketika aku mendengar suara dari jendela kelas yang terbuka. Sepertinya itu Seokjin hyung.  Aku berhenti berjalan. Apa Seokjin hyung sedang berbicara dengan kepala sekolah sekarang? Di 'kelas kita'? Kenapa? 

Kemudian aku mendengar namaku dan Yoongi hyung disebut,  aku melihat Namjoon hyung terkejut ketika Seokjin hyung tiba-tiba membuka pintu. Rasa bingung dan terkejut tergambar diwajahnya. Seokjin hyung membuka mulut mungkin berusaha menjelaskan, tapi Namjoon hyung mengangkat tangannya dan berkata 

"tidak apa-apa"

Seokjin hyung terlihat bingung. "Hyung pasti punya alasan tersendiri".

Setelah ia berbicara seperti itu, Namjoon hyung berjalan melewati Seokjin hyung dan masuk kedalam kelas. 

Aku tidak percaya ini. Seokjin hyung mengadu ke kepala sekolah tentang apa yang sudah aku dan Yoongi hyung lakukan beberapa hari lalu.  Dia membocorkan segalanya tentang bolos kelas, memanjat dinding dan berkelahi dengan murid lain. Tapi Namjoon hyung bilang itu tidak apa-apa. 

"Apa yang kau lakukan disini?" 

aku menoleh dan terkejut. Hoseok hyung dan Jimin ada dibelakangku. Hoseok hyung berpura-pura lebih terkejut,  kemudian ia merangkul bahuku. Dalam kebingungan, aku membiarkan Hoseok hyung  membawaku ke dalam kelas. 

Namjoon hyung dan Seokjin hyung sedang berbicara. Seokjin hyung buru-buru pergi, ia bilang ada urusan. Aku melihat ekspresi Namjoon hyung.  Dia melihat gelagat Seokjin hyung namun kemudian ia tertawa seakan tidak ada yang salah.

Lalu aku berpikir, Namjoon hyung pasti punya alasan tersendiri. Karena hyung lebih tau,  dia juga lebih pintar dan lebih tua dariku. 

Aku masuk ke dalam kelas dan tersenyum bodoh. Mereka menyebutku si senyum kotak. Sepertinya aku tidak akan memberitau ke siapapun tentang percakapan yang aku dengar tadi. 


NAMJOON 15 MAY 2020
Berjalan ke gudang ruang kelas yang pernah kami sebut base rahasia, saat kami tidak memiliki tempat lain untuk pergi, aku menyangga beberapa kursi saat aku berjalan masuk. Aku membalik meja itu dan menepuk-nepuk debu di atasnya. Bagi manusia, perpisahan selalu sentimental. Hari ini adalah hari terakhirku datang ke sekolah, dan juga 2 minggu sebelum aku pindah rumah. Aku tak tahu apakah aku akan datang kesini lagi, mungkin aku tak akan melihat kakak & adikku lagi, aku juga tidak tahu. Menempatkan secarik kertas di atas meja dan mengambil pensil, aku tak tahu harus menulis apa. Hanya waktu yang mengalir. Setelah menulis beberapa kata tanpa arti, pensil itu patah dengan berbunyi 'tuk'. 'Kau Harus Bertahan'. Di atas kertas yang sekarang memiliki tanda pensil hitam, aku mulai menggambar tanpa disadari. Di antara bubuk pensil dan gambar hitam, kemiskinan, orang tua, adik laki-lakiku, pindah rumah, dan lain-lain muncul dipikiranku. Dengan menghancurkan kertas itu, aku memasukkannya ke dalam saku dan bangkit dari tempat dudukku. Debu muncul lagi saat aku mendorong meja belakang. Ketika aku akan pergi, aku menghembuskan nafas di jendela lama, dan meninggalkan 3 kata. Ini tak cukup seperti ucapan apapun. "Kita akan bertemu lagi" (t/n: 3 kata), aku pernah berharap ini adalah janji kita.
(Notes: ada yang inget adegan Namjoon niup kaca di I Need U? kata-katanya sama kyk yang dia tulis dikertas "kau Harus Bertahan" dia nulis itu pas lagi kumpul sama member yang lain kan? di notes ini dia bilang, mereka punya basecamp buat kumpulan. gak tau kenapa gw mikirnya jadi ke MV I Need U, mereka juga lagi kumpulan malem pas sebelum ke pantai)

Jungkook 25 Juni 2020
Dengan mudahnya, aku menyentuh keyboard piano, sebuah gerakan yang meninggalkan tanganku dalam debu. Dengan menggunakan sedikit tekanan di jari kelingkingku untuk menekan tombol, piano itu mengeluarkan suara yang berbeda dari yang diputar oleh hyung.

Hyung belum pernah ke sekolah selama sepuluh hari. Hari ini aku mendengar bahwa dia telah diusir. Namjoon hyung dan Hoseok hyung tidak mengatakan apapun, dan aku tidak mengatakan apapun karena aku terlalu takut untuk mendengar jawabannya.

Dua minggu yang lalu, sebelum guru mengungkapkan lokasi rahasia hanya ada aku dan hyung di sini. Ada pemeriksaan terbuka hari itu, dan aku tidak ingin tetap di kelas jadi aku berlari ke tempat rahasia itu.

Hyung tidak melihat ke belakang, hanya bermain piano saat aku berbaring di dua meja yang disatukan untuk tidur siang. Secara teori, hyung dan piano ada dua hal yang terpisah, tapi sulit untuk membedakan keduanya. Aku tak tahu kenapa, tapi mendengarkan lagu hyung membuatku ingin menangis.



Ketika rasanya air mata akan segera turun, aku cepat-cepat menoleh ke belakangku. Saat itu, pintu terbuka dengan ledakan yang meledak-ledak. Musik piano berhenti. Aku ditampar begitu keras sampai jatuh ke tanah. Aku meringkuk di tanah, mendengarkan rentetan kata-kata marah yang dilontarkan ke arahku, hanya agar suara berhenti.

Aku berbalik, dan melihat bahwa hyung telah mendorong guru itu kembali, lalu melindungiku dengan seluruh tubuhnya. Dari bahu hyung, aku bisa melihat ekspresi gila pada guru itu.

Aku menekan keyboard lagi, mencoba memainkan lagu yang hyung biasa mainkan. Apakah hyung benar-benar diusir? Apakah aku tidak akan pernah melihatnya lagi?

Hyung mengatakan sebelumnya bahwa mendapatkan pukulan untuknya adalah kebiasaan. Jika bukan karena aku, hyung tidak akan memukul guru itu. Jika bukan karena aku, hyung pasti masih bermain piano di sini.


(Note : 'tempat rahasia' ? Basecamp kah? 😕
hyung yang dia maksud disini pasti kalian tau lah ya? iyaa Yoongi hmm )

Yoongi, 25 Juni 2020
Aku membuka pintu, masuk, membuka laci meja, dan mengeluarkan amplop di sana. Saat membalikan amplop itu, sebuah kunci piano jatuh di lantai dengan suara 'tuk'.

Setelah beberapa saat, aku melemparkan kunci piano yang terbakar ke tempat sampah, dan aku ketempat tidur ku.

Hatiku yang berdegup kencang tak bisa tenang dan napasku terasa compang-camping. Aku tidak tahu bagaimana tanganku memiliki tanda arang ini.

Suatu saat setelah pemakaman berakhir, aku pergi ke tempat yang hancur akibat kebakaran. Memasuki kamar ibuku, kulihat piano itu terbakar tak bisa dikenali lagi. Aku duduk di sebelahnya. Sinar matahari sore masuk melalui jendela. Aku duduk di sana seperti itu untuk waktu yang sangat lama. Pada akhirnya, beberapa tombol tampak bergerak di bawah sinar matahari.

Apakah ini benar-benar sebuah piano yang berbunyi saat ditekan? Aku memikirkan bagaimana ibu ku sering menyentuh kunci itu, jadi aku memetiknya dari tengah, dan memasukkannya ke dalam sakuku, dan meninggalkan tempat itu.

Empat tahun setelah itu. Rumahku selalu sangat sepi. Tipe kesunyian yang bisa membuat orang menjadi gila. Setelah 10 hari, ayahku tertidur dan semuanya menjadi sunyi. Inilah aturan keluarga. Aku selalu kelelahan karena aku harus hidup dalam keheningan seperti ini, ikuti jadwal dan pola yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak mudah untuk mempertahankan peraturan seperti itu,tidak ada orang yang mampu menangani ini ,tapi terlepas dari semua ini, aku harus tinggal di rumah ini.

Merima uang saku dari ayahku, makan dengan ayahku, lalu mendengarkan kembali tegurannya. Ketika aku ingin membantahnya, aku memikirkan bagaimana aku bisa meninggalkannya dan hidup dengan baik di luar. Tapi aku tidak bisa mengambil keberanian dan mencapai kebebasan. Sebagai gantinya, aku hanya membicarakannya.

Aku bangkit dari tempat tidur. Aku mengambil kunci piano dari tempat sampah di bawah meja. Saat aku membuka jendela, angin sepoi-sepoi menerobos masuk. Segala sesuatu yang terjadi hari ini menghampiri ku seperti tamparan angin. Dengan segenap kekuatanku, melemparkan kunci itu ke udara dingin.

Sudah 10 hari sejak aku berhenti sekolah. Kudengar aku harus putus sekolah. Bahkan jika aku tidak mau, aku tetap akan diusir dari rumah ini.

Aku tidak tahu apakah pendengaranku memburuk, tapi aku tidak bisa mendengar suara kunci piano jatuh ke tanah. Aku tidak akan bisa tahu bagaimana kedengarannya seperti saat kunci piano jatuh di tanah, tidak peduli seberapa keras aku mencoba. Tidak masalah berapa tahun lagi, piano itu tidak akan membuat suara lagi. Karena aku tidak akan main piano lagi.

(Notes: gaess.. di note ini Yoongi kayaknya putus asa banget sama pianonya karena dia punya kenangan buruk piano sama ibunya, makanya di First Love sama Begin MV ada piano kebakar kan? Jungkook ini pengen hyungnya kembali main piano lagi, tapi tiba2 piano itu kebakar karena Yoongi punya trauma sama masa lalunya :")) Catatan ini dibuat diwaktu yang sama kyk Jungkook )

Seokjin, 17 Juli 2020
Melewati pintu sekolah,  suara jangkrik merayap ditelingaku. Halaman sekolah dipenuhi oleh anak-anak yang tertawa sambil bermain dan berlomba. Hari ini adalah awal dari liburan musim panas dan semua orang sedang mengobrol. Aku menundukkan kepalaku dan berjalan melewati mereka. Aku ingin pergi dari sini secepatnya. 

"Hyung" 

aku mengangkat wajahku, aku terkejut melihat kehadiran bayangan seseorang. Mereka adalah Hoseok dan Jimin. Mereka melihatku sambil tersenyum lebar dan ceria. 

"Hari ini sudah mulai libur,  kau akan langsung pergi?" tanya Hoseok. 

"Tentu" lalu aku mengatakan beberapa kalimat yang tidak penting. Aku memutar kepalaku ke belakang. Apa yang terjadi pada hari itu jelas merupakan kecelakaan. Itu tidak sengaja. Aku tidak tahu kalau Jungkook dan Yoongi ada di 'kelas kita' pada waktu itu. Kepala sekolah mencurigaiku,  ia pikir aku sedang berusaha melindungi mereka berdua. Ia bilang ia bisa melaporkan sikapku pada ayah karena sudah menjadi murid yang tidak penurut. 

Aku terpaksa mengatakan itu. Aku terpaksa menyebutkan tempat persembunyian mereka karena kupikir disana pasti kosong. Tapi pada akhirnya Yoongi dikeluarkan. Dan tidak ada satupun yang tau kalau aku terlibat. 

"Selamat liburan hyung,  aku akan menelponmu nanti" 

Mungkin Hoseok mengerti maksud dari ekspresiku,  dia melepas tangannya dari pundakku dan bahkan ucapannya seperti dipaksa. Aku tidak menjawab apa-apa untuk saat ini. Lagi pula tidak ada yang bisa aku lakukan. 

Ketika aku melewati gerbang sekolah, aku teringat ketika pertama kali aku masuk ke sekolah ini. Kami dihukum karena terlambat bersama. Saat itu kami masih bisa tertawa. Namun saat ini aku sudah menghancurkan momen-momen itu. 



Hoseok 15 September 2020
Ibu Jimin pergi ke ruang gawat darurat dan menghampirinya. Setelah memastikan bahwa sisi tempat tidurnya memiliki nama Jimin, dan aku menggunakan tanganku dan menyentuh dedaunan di bahu Jimin. 

Apakah aku perlu menjelaskan mengapa Jimin dikirim ke ruang gawat darurat dan menceritakan kepadanya tentang proses penyakit Jimin di halte bus? Meski masih ragu-ragu aku masih melangkah mendekat. Jimin memperhatikanku sekarang, dia menatapku untuk sementara waktu. Aku tak tahu kenapa tapi aku merasa sedikit malu. Ibu Jimin mengucapkan 'terima kasih' dan berpaling.

Saat ibu Jimin menatapku lagi, saat itulah dokter dan perawat ingin menggeser tempat tidurnya. Aku ingin mengikutinya tapi Jimin mendorong bahuku dengan lembut setelah mengucapkan ' terima kasih'. Ibunya berkata 'dorong' tapi aku pikir lebih tepat untuk mengatakan bahwa dia mencoba memisahkanku dan Jimin. 

Tiba-tiba, ada garis tak terlihat antara aku dan ibu Jimin. Garis itu jelas, kuat & dingin. Sebuah garis yang tidak pernah bisa aku lewati. Aku sudah tinggal di panti asuhan selama 10 tahun, dan aku bisa mengatakan garis ditubuhku atau penglihatanku merasakan sekitar.

Aku panik, berjalan beberapa langkah dan tersandung. Ibu Jimin hanya melihatku terjatuh di lantai. Meski dia wanita cantik, tapi bayangan itu besar & dingin. Bayangan itu menutupi tubuhku.

Saat aku melihat sekitarnya, tempat tidur Jimin sudah keluar dari ruang gawat darurat dan tidak bisa dilihat. Setelah hari itu, Jimin tidak pernah datang ke sekolah. 


(Note : Kayaknya Jhope disini dipisahin sama ibunya Jimin dan Jimin ternyata sakit :') apa karna ibunya Jimin juga yg buat Jimin di MV Euphoria dia sendirian? Karna biasanya dia sama Hoseok kan sebelumnya? 😌 )


Jimin 28 September 2020
Aku tidak bisa menghitung berapa hari sejak aku dirawat di rumah sakit. Ada beberapa hal yang ingin aku lakukan atau aku harap bisa lakukan saat aku dipulangkan. Melalui jendela, aku melihat pepohonan dan rerumputan yang jauh, memandangi orang-orang dengan segala jenis pakaian. Rasanya seperti waktu belum berlalu untuk waktu yang sangat lama. 

Setelah melewati itu,memerlukan waktu sebulan. Terkadang aku akan melihat orang-orang dengan seragam sekolah tapi bahkan itu pun tidak membuat ku merasa semangat.

Apakah karena obat itu akan membuat semuanya buram? Tapi hari ini adalah hari istimewa. Jika aku harus menulis buku harian, ini adalah hari yang perlu ditunda. Tapi aku tidak menulis buku harian lagi karena aku tidak ingin membuat masalah. Hari ini adalah pertama kalinya aku berbohong. aku menatap mata dokter dan bertindak kesakitan 'Aku tidak ingat apapun'

(Note : gw belum nangkep maksud Jimin, apa Jimin ini kecewa karena pernah ditinggal sama Hoseok? makanya pas dia sakit dijenguk sama Hoseok dia nolak :")



Jungkook
Dengan mudahnya, aku menyentuh keyboard piano, sebuah gerakan yang meninggalkan tanganku dalam debu. Dengan menggunakan sedikit tekanan di jari kelingkingku untuk menekan tombol, piano itu mengeluarkan suara yang berbeda dari yang diputar oleh hyung. Hyung belum pernah ke sekolah selama sepuluh hari. Hari ini aku mendengar bahwa dia telah diusir. Namjoon hyung dan Hoseok hyung tidak mengatakan apapun, dan aku tidak mengatakan apapun karena aku terlalu takut untuk mendengar jawabannya. Dua minggu yang lalu, sebelum guru mengungkapkan lokasi rahasia hanya ada aku dan hyung di sini. Ada pemeriksaan terbuka hari itu, dan aku tidak ingin tetap di kelas jadi aku berlari ke tempat rahasia itu. Hyung tidak melihat ke belakang, hanya bermain piano saat aku berbaring di dua meja yang disatukan untuk tidur siang. Secara teori, hyung dan piano ada dua hal yang terpisah, tapi sulit untuk membedakan keduanya. Aku tak tahu kenapa, tapi mendengarkan lagu hyung membuatku ingin menangis.

Ketika rasanya air mata akan segera turun, aku cepat-cepat menoleh ke belakangku. Saat itu, pintu terbuka dengan ledakan yang meledak-ledak. Musik piano berhenti. Aku ditampar begitu keras sampai jatuh ke tanah. Aku meringkuk di tanah, mendengarkan rentetan kata-kata marah yang dilontarkan ke arahku, hanya agar suara berhenti. Aku berbalik, dan melihat bahwa hyung telah mendorong guru itu kembali, lalu melindungiku dengan seluruh tubuhnya. Dari bahu hyung, aku bisa melihat ekspresi gila pada guru itu.

Aku menekan keyboard lagi, mencoba memainkan lagu hyung yang biasa dimainkan. Apakah hyung benar-benar diusir? Apakah aku tidak akan pernah melihatnya lagi? Hyung mengatakan sebelumnya bahwa mendapatkan pemukulan untuknya adalah kebiasaan. Jika bukan karena aku, hyung tidak akan memukul guru itu. Jika bukan karena aku, hyung pasti masih bermain piano di sini.
(Note : hyung yang dia maksud disini pasti kalian tau lah ya? iyaa Yoongi :) )


YOONGI YEAR 20 25 JUNI
  • Aku membuka pintu, masuk, membuka laci meja, dan mengeluarkan amplop di sana. Saat membalikan amplop itu, sebuah kunci piano jatuh di lantai dengan sebuah 'tuk'. Setelah beberapa saat, aku melemparkan kunci piano yang terbakar ke tempat sampah, dan meletakkannya di tempat tidur ku. Hatiku yang berdegup kencang tak bisa tenang dan napasku terasa compang-camping. Aku tidak tahu bagaimana tanganku memiliki tanda arang ini. Suatu saat setelah pemakaman berakhir, aku pergi ke tempat yang hancur akibat kebakaran. Memasuki kamar ibuku, kulihat piano itu terbakar tak bisa dikenali lagi. Aku duduk di sebelahnya. Sinar matahari sore masuk melalui jendela. Aku duduk di sana seperti itu untuk waktu yang sangat lama. Pada akhirnya, beberapa tombol tampak bergerak di bawah sinar matahari. Apakah ini benar-benar sebuah piano yang berbunyi saat ditekan? Aku memikirkan bagaimana ibu ku sering menyentuh kunci itu, jadi aku memetiknya dari tengah, dan memasukkannya ke dalam sakuku, dan meninggalkan tempat itu.

    Empat tahun setelah itu. Rumahku selalu sangat sepi. Tipe kesunyian yang bisa membuat orang menjadi gila. Setelah 10 hari, ayahku tertidur, dan semuanya menjadi sunyi. Inilah aturan keluarga. Aku selalu kelelahan karena aku harus hidup dalam keheningan seperti ini, ikuti jadwal dan pola yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak mudah untuk mempertahankan peraturan seperti itu,tidak ada orang yang mampu menangani ini ,tapi terlepas dari semua ini, aku harus tinggal di rumah ini. 

  • Merima uang saku dari ayahku, makan dengan ayahku, lalu mendengarkan kembali tegurannya. Ketika aku ingin membantahnya, aku memikirkan bagaimana aku bisa meninggalkannya dan hidup dengan baik di luar. Tapi aku tidak bisa mengambil keberanian dan mencapai kebebasan. Sebagai gantinya, aku hanya membicarakannya. .
    Aku bangkit dari tempat tidur. Aku mengambil kunci piano dari tempat sampah di bawah meja. Saat aku membuka jendela, angin sepoi-sepoi menerobos masuk. Segala sesuatu yang terjadi hari ini menghampiri ku seperti tamparan angin. Dengan segenap kekuatanku, melemparkan kunci itu ke udara dingin.

  • Sudah 10 hari sejak aku berhenti sekolah. Kudengar aku harus putus sekolah. Bahkan jika aku tidak mau, aku tetap  akan diusir dari rumah ini. Aku tidak tahu apakah pendengaranku memburuk, tapi aku tidak bisa mendengar suara kunci piano jatuh ke tanah. Aku tidak akan bisa tahu bagaimana kedengarannya seperti saat kunci piano jatuh di tanah, tidak peduli seberapa keras aku mencoba. Tidak masalah berapa tahun lagi, piano itu tidak akan membuat suara lagi. Karena aku tidak akan main piano lagi.
  • (Notes: gaess.. di note ini Yoongi kayaknya putus asa banget sama pianonya karena dia punya kenangan buruk piano sama ibunya, makanya di First Love sama Begin MV ada piano kebakar kan? Jungkook ini pengen hyungnya kembali main piano lagi, tapi tiba2 piano itu kebakar karena Yoongi punya trauma sama masa lalunya :")) Catatan ini dibuat diwaktu yang sama kyk Jungkook )

HOSEOK 15 SEPTEMBER 2020
Ibu Jimin pergi ke ruang gawat darurat dan menghampirinya. Setelah memastikan bahwa sisi tempat tidurnya memiliki nama Jimin, dan ku menggunakan tanganku dan menyentuh dedaunan di bahu Jimin. Apakah aku perlu menjelaskan mengapa Jimin dikirim ke ruang gawat darurat dan menceritakan kepadanya tentang proses penyakit Jimin di halte bus? Meski masih ragu-ragu aku masih melangkah mendekat. Jimin memperhatikanku sekarang, dia menatapku untuk sementara waktu. Aku tak tahu kenapa tapi aku merasa sedikit malu. Ibu Jimin mengucapkan 'terima kasih' dan berpaling.

Saat ibu Jimin menatapku lagi, saat itulah dokter dan perawat ingin menggeser tempat tidurnya. Aku akan mengikutinya tapi Jimin mendorong bahuku dengan lembut setelah mengucapkan 'ucapan terima kasih'. Aku berkata 'dorong' tapi aku pikir lebih tepat untuk mengatakan bahwa dia mencoba memisahkanku dan Jimin. Tiba-tiba, ada garis tak terlihat antara aku dan ibu Jimin. Garis itu jelas, kuat & dingin. Sebuah garis yang tidak pernah bisa aku lewati. Aku sudah tinggal di panti asuhan selama 10 tahun, dan aku bisa mengatakan garis ditubuhku atau penglihatanku merasakan sekitar. Aku panik, berjalan beberapa langkah dan tersandung. Ibu Jimin hanya melihatku terjatuh di lantai. Meski dia wanita cantik, tapi bayangan itu besar & dingin. Bayangan itu menutupi tubuhku. Saat aku melihat sekitarnya, tempat tidur Jimin sudah keluar dari ruang ga
wat darurat dan tidak bisa dilihat. Setelah hari itu, Jimin tidak pernah datang ke sekolah. 
(Note : Kayaknya Jhope disini dipisahin sama ibunya Jimin gaes , Jimin ternyata sakit :') )


JIMIN  28 September 2020
AKu tidak bisa menghitung berapa hari sejak aku dirawat di rumah sakit. Ada beberapa hal yang ingin aku lakukan atau aku harap bisa lakukan saat aku dipulangkan. Melalui jendela, aku melihat pepohonan dan rerumputan yang jauh, memandangi orang-orang dengan segala jenis pakaian. Rasanya seperti waktu belum berlalu untuk waktu yang sangat lama. 

Setelah melewati itu,memerlukan waktu sebulan. Terkadang aku akan melihat orang-orang dengan seragam sekolah tapi bahkan itu pun tidak membuat ku merasa semangat.

Apakah karena obat itu akan membuat semuanya buram? Tapi hari ini adalah hari istimewa. Jika aku harus menulis buku harian, ini adalah hari yang perlu ditunda. Tapi aku tidak menulis buku harian lagi karena aku tidak ingin membuat masalah. Hari ini adalah pertama kalinya aku berbohong. aku menatap mata dokter dan bertindak kesakitan 'Aku tidak ingat apapun'
(Note : gw belum nangkep maksud Jimin, apa Jimin ini kecewa karena pernah ditinggal sama Hoseok? makanya pas dia sakit dijenguk sama Hoseok dia nolak) 

HOSEOK 25 FEBRUARI 2021
Aku tidak bisa berpaling dari cermin tempatku menari. Tempat itu ada dalam pikiranku meski aku tidak bisa menyentuh tanah. Aku bisa merasakan kebebasan dari pandangan dunia dan diriku sendiri. Aku mengayunkan tubuhku dengan musik dan meninggalkan jiwaku ke tubuhku. Selain itu, tidak ada yang penting.

Sepertinya sudah 12 tahun saat aku menari. Seperti performance, aku menarik semua perhatian teman sekolahku saat aku berdiri di atas panggung. Aku masih bisa mengingat dengan jelas tepuk tangan dan sorakan yang ku terima hari itu & juga bagaimana perasaanku bahwa aku telah mencapai diriku sendiri. Itulah saat dimana aku merasa bahwa menari bersama dengan musik itu menyenangkan.

Kebahagiaan itu, kebahagiaan itu bukan karena tepuk tangan penonton melainkan dari hatiku. Aku telah lama menemukan ini. Aku di luar cermin terbebani oleh banyak hal. Aku tak tahan ketika kakiku meninggalkan lantai selama beberapa detik, aku harus tersenyum bahkan ketika aku membencinya, bahkan saat aku sedang sedih. Dan pingsan di tempat yang tidak ku ketahui setelah makan obat yang tidak berguna. Jadi aku telah memutuskan untuk tidak meninggalkan mataku dari 'aku' yang ada di cermin saat aku menari. Aku dengan tenang menyambut saat ketika aku mencapai diriku sendiri, terbang setelah meninggalkan semua beban yang berat, percaya bahwa aku akan menjadi lebih bahagia. Aku ingin melihat saat itu sendiri.
(Note : ini setahun setelah Jimin sama Hoseok pisah, Hoseok minum obat-obatan kayak obat penenang diri gitu )

YOONGI  7 APRIL 2022
  • Aku menghentikan langkahku setelah mendengar suara piano yang tidak terampil. Di area konstruksi ini, seseorang menyalakan tangki minyak dan aku bisa mendengar suara 'tak' dari api. Meskipun aku tahu bagian yang sedang dimainkan adalah bagian yang kumainkan sebelumnya tapi apa ini, pikirku. Aku mulai goyah saat aku sedikit mabuk. Hal-hal muncul dalam pikiranku saat aku memejamkan mata. Setelah nyala api suara piano di antara panas, udara malam, keadaan mabuk menjadi semakin kabur. .

    Tiba-tiba aku mendengar siulan, beberapa mobil melewatiku dengan sangat cepat. Lampu depan bersinar dan angin sepoi-sepoi yang terhempas saat mobil lewat di depanku, keadaan mabukku membuat tubuhku bergetar di antara kekacauan ini. Aku bisa mendengar suara pengemudi yang marah. Aku berhenti dan ingin marah kembali tapi tiba-tiba aku memperhatikan bahwa suara piano yang kudengar sebelumnya telah hilang. Di antara nyala api, angin & suara mobil, aku tidak bisa mendengar suara piano. Sepertinya sudah berhenti. Mengapa berhenti? Dan siapa yang berhenti. Mengapa berhenti? Dan siapa yang memainkan piano? .

    Dengan suara 'tak', nyala api menghilang ke dalam kegelapan. Aku menatap kosong ke tempat kejadian. Panas menimpa wajahku. Aku mendengar suara 'Kuang', aku menggunakan genggaman untuk memukul piano. Aku melihat ke belakang refleksi diriku. Pada saat itu, rasanya darahku berhenti mengalir & aku tidak bisa bernafas dengan baik. Rasanya seperti suara yang kudengar saat aku mengalami mimpi buruk (saat masih muda). 

    Berikutnya, aku berlari. Bukan pikiranku tapi tubuhku. Aku berlari ke toko alat musik. Aku tidak tahu kenapa tapi rasanya seperti saat ini diulang berkali-kali. Rasanya aku melupakan sesuatu yang harus kulakukan. 

    Di toko alat yang jendelanya pecah, siapa yang duduk di depan piano. Meski sudah beberapa tahun, tapi aku tetap menangis dan mengepalkan tinju kapanpun memikirkannya. Aku tidak ingin ada hubungan dengan siapapun tentang semua itu tapi mengapa rasanya saat ini diulang berkali-kali. Rasanya ada sesuatu yang terlupa dan harus kulakukan.
  • Aku tidak ingin berhubungan dengan siapa pun. Aku tidak ingin menghibur kesepian seseorang, tidak ingin menjadi orang yang berarti bagi siapa saja. Karena aku sudah tidak memiliki kepercayaan diri untuk melindungi kepercayaan orang tersebut, tidak memiliki kepercayaan diri untuk tetap tinggal dengannya (ibunya?) sampai akhir. Karena aku tidak ingin menyakiti siapa pun atau tidak ingin ada yang terluka. 
    Aku perlahan-lahan menggerakkan langkahku. Aku ingin berbalik dan pergi tapi tanpa sadar aku bergerak mendekat untuk melihat orang yang memainkan lagu yang salah itu. Namun, Jungkook mengangkat kepalanya dan menatapku, 'hyung'. Itulah pertama kalinya kami bertemu setelah dikeluarkan dari sekolah.
  • (Note: setelah 2 tahun mereka gak ketemu akhirnya ketemu juga, tapi di toko alat musik, kalian bisa liat di MV First Love nya Suga,jadii apakah kalian berpikir sama denganku? bahwa Jungkook lah yang bersiul di MV First Love?)

JUNGKOOK 11 APRIL 2022
Pada akhirnya, ternyata seperti yang kuinginkan. Beberapa preman yang ku temui di jalanan dengan sengaja menabrakku dan memukulku dengan keras. Mereka menatapku yang tertawa saat tertabrak, dan bertanya apakah aku gila, dan memukulku lebih keras lagi. Sambil bersandar ke pintu yang bisa dibuka, aku melihat rumput yang berdiri seperti ku jatuh setelah tertiup angin. Persis sepertiku. Aku ingin menangis dan tersenyum lagi.

Ketika aku memejamkan mata, aku melihat ayah tiriku batuk, dan saudara tiriku tertawa di sampingnya. Kerabat ayah tiriku mencari tempat lain dan mengatakan hal-hal yang tidak berarti. Seolah aku tak ada di sana, seolah-olah keberadaanku bukan apa-apa. Di depan mereka, ibuku hanya bisa mendengarkan dan melakukan hal yang sesuai. Debu dari lantai membuatku bersin, terasa menyakitkan seolah dadaku tertusuk pisau. 

Aku memanjat atap tempat konstruksi. Kota ini penuh dengan kegelapan. Aku naik ke luar pagar dan berdiri dengan tangan terbuka lebar. Pada saat kakiku bergetar dan aku hampir kehilangan keseimbangan. Jika aku mengambil satu langkah lagi, apalah aku akan mati dengan benar? Aku pikir ya. Jika aku mati, maka biarkan semua ini berakhir. Tidak ada yang akan sedih meski mereka tidak memilikiku.
(Note : jangan mati Kook :(( masa abis ketemu Yoongi kamu mau mati? :( kenapa aku jadi inget di Euphoria? disini Jungkook manjat atap konstruksi juga kan dan didepannya ada kota. 'Aku ingin menangis dan tersenyum lagi' ini persis banget kyk scene di Euphoria :"( )


NAMJOON  April 11 2022 (Tanggal yang sama dengan buku harian Jin dan Jungkook)
Aku mengeluarkan kemeja yang baru saja aku kenakan dan meletakkannya di punggung Taehyung dan menepuknya. Ini adalah kemeja yang memiliki cetakan yang sama seperti yang aku kenakan sekarang. Taehyung tersenyum tidak wajar saat melepas bajunya yang robek.

Dari sudut di mana sinar matahari masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat bekas darah dan bekas luka di punggungnya. Hoseok melihat kearahku tercengang saat Taehyung memakai kaosku dan menatap dirinya dengan cermin tua dan patah, dan menyeringai.

'Orang ini pergi ke coretan yang berata dijalanan dan tertangkap. Aku harus menyelamatkannya dan terlambat untuk beberapa waktu', aku menepuk Taehyung dan menjelaskan untuknya. Taehyung membesar-besarkan masalah itu dan pura-pura minta maaf padaku. Yoongi hyung yang sedang duduk di salah satu sudut kendaraan perlahan maju dan menepuk bahu Taehyung.
(Note : Taehyung ini nyoret2 dijalanan terus ketangkep polisi, tapi diselametin sama Namjoon. Mungkin Taehyung ini kabur karena sama ayahnya disiksa terus, di kasarin terus. makanya dia ngerasa frustasi , inget di mv STigma nya Taehyung kan? Taehyung disitu bener2 kyk frustasi banget mukanya :")


SEOKJIN 11 APRIL 2022 (Tanggal yang sama seperti buku harian Jungkook )
Aku datang ke laut sendirian. Melalui kamera, lautan sangat biru dan sepertinya merangkul. Sama dengan sinar matahari yang tercermin di laut, angin yang meniup pohon dan sama seperti sebelumnya. Jika ada yang berubah, itu adalah aku. Saat menekan tombol rana, tiba-tiba aku teringat saat itu 2 tahun dan 10 bulan yang lalu, tapi saat itu menghilang dengan cepat. Kami duduk di sepanjang laut bersama, meski kami lelah & kesal tapi setidaknya kami bersama.
(Note : 2 tahun 10 bulan itu catatan Seokjin 2 Maret 2019 )

TAEHYUNG  22 MEI 2022
Aku melewati daerah pepohonan lagi saat aku menerima panggilan dari hyung; Baru-baru ini, hal itu tetap terjadi. Aku pindah ke tempat dimana tidak ada seorangpun bisa mendengarku. Aku sengaja memperlambat langkahku & menyembunyikan diri di dekat laut.

Hyung tidak melihatku dan hanya melewatiku 'Bukankah kamu lebih tua satu tahun dariku? Pokoknya itu bukan sesuatu yang penting, aku akan mengurusnya'

Ada sesuatu yang dingin menyelimuti punggungku dan menghilang. Segala sesuatu di dunia nampaknya telah ambruk, rasanya seperti aku sedang berjuang di laut dalam, membuat orang-orang merasa dingin & takut, tragis dan kesepian.

aku marah dan aku merasa tidak dapat mentolerirnya lagi. Aku ingin menghentikan segalanya, ingin memukulnya. Tapi  aku masih takut melakukannya. Dalam tubuhku mengalir darah ayahku. Apakah ada kekerasan juga dalam diriku? Seperti ada sesuatu yang ingin meledak dari diriku ini. 
(Note : Ini catatan terakhir Taehyung, dia ngerasa dendam sama Ayahnya tapi bingung mau ngelakuin apa, pikiran dia udah kosong pas lagi kumpulan sama yang lainnya. Dia misahin diri menghadap ke laut buat mikirin apa yang selanjutnya dia lakuin. Dannnn kalian bisa berpikir sendiri kemana arah pikiran Taehyung :))


JUNGKOOK 22 MEI 2022
Aku merasakan bahwa tubuhku mengambang diudara,  tapi aku berada ditanah yang keras. Untuk sementara aku tidak merasakan apa-apa. Tubuhku begitu berat,  aku bahkan tidak bisa menutup mataku.  Aku tidak bisa bernafas,  atau menelan air liurku sendiri. 

Kemudian tubuhku mulai bergetar seperti orang gila, seolah-olah terkejut atau disimulasikan oleh sesuatu. Tidak bisa menunjukkan rasa sakit tetapi kehausan,  dan aku menutup mataku secara sadar. Sesuatu yang kabur dan sampai penglihatanku di suatu tempat yang dipenuhi oleh pasir. Ku pikir itu ringan,  tapi ternyata tidak. Itu cerah,  besar dan semakin membesar. Itu tidak bergerak tetapi hamya mengambang diudara. Aku mulai melihat untuk sementara waktu dan itu tampak lebih jelas.  Itu bulan. 

Aku tidak yakin apakah kepalaku diberi judul mundur tetapi semuanya terbalik. Dalam kata itu,  boneka itu bahkan terbalik. Aku ingin sekali bernafas,  aku mencoba batuk tetapi tidak bisa bergerak . Kemudian aku merasa menggigil.  Aku takut. Aku mencoba berbicara tapi tidak ada kata yang keluar. Aku bahkan tidak memejamkan mata,  tetapi penglihatanku mulai menggelap. Seseorang mulai bicara padaku saat aku kehilangan kesadaranku

"Hidup akan lebih menyakitkan daripada mati,  apakah kau masih ingin hidup? "

(Sialaaaannndd bighit buat shock aje ngeluarin notes lagi menjelang kambek :v ini jungkook lagi sekarat abis ditabrak mobil,  nah gaess siapa yg ngomong sama JK hayooo😌😌)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Kalo ada yang kurang maapkeun :") 
Tolong beri jejak kalian dibawah :*

Liat disini kalo mau note lebih lengkapnya

Ads Responsive

Share this

ShareShareTweet

Just someone who proud to be called as Blogger, love to make Blogger template to spend a spare time.

Related : HYYH NOTES

4 comments

bacanya sambil dengerin don't leave me, ini rasanya hati kayak di iris2..sedih banget..

Bener2 merinding bacanya.. Knp bighit pinter bgt sih bikin teori kayak gini? sampe ada note nya segala.. Wah bighit daebak.. BTS daebak

Kyk nya yang ngomong terakhir adalah jin hyung? Soal nya hanya dia yang bisa time traveler